Negara-Negara Teraman: Tempat untuk Tinggal, Bekerja, dan Membesarkan Anak
Keamanan telah menjadi salah satu isu terpenting ketika memilih negara untuk tinggal, bekerja, atau berinvestasi dalam jangka panjang. Di dunia yang kondisi geopolitiknya berubah dengan cepat, banyak orang ingin mengetahui negara mana yang paling aman dan negara mana yang secara konsisten berada di peringkat teraman di dunia.
Menurut indeks internasional terbaru, 10 negara teraman di dunia meliputi Islandia, Swiss, Denmark, Irlandia, Austria, Liechtenstein, Norwegia, Finlandia, Portugal, dan Selandia Baru. Negara-negara ini dicirikan oleh tingkat kejahatan yang rendah, lembaga publik yang kuat, kualitas hidup yang tinggi, dan kebijakan yang berkelanjutan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa negara-negara ini dianggap paling aman, apa yang berubah tahun ini, dan faktor-faktor apa yang menentukan peringkat keamanan negara modern.
Negara-negara teraman di dunia
1. Islandia adalah negara teraman di dunia
Islandia telah mempertahankan posisi kepemimpinannya selama lebih dari satu dekade berkat model sosialnya yang unik, di mana tingkat kepercayaan antara warga dan pemerintah tetap termasuk yang tertinggi di dunia. Kejahatan serius hampir tidak ada, polisi tidak bersenjata, dan penduduk aktif berpartisipasi dalam inisiatif lokal. Ukuran negara yang kecil dan stabilitas politik membantu menjaga ketenangan bahkan selama krisis global.
2. Swiss – stabilitas yang dibeli
Swiss sekali lagi memperkuat posisinya berkat undang-undang yang ketat, tingkat keamanan ekonomi yang tinggi, dan netralitas tradisionalnya. Tahun ini, negara-negara Uni Eropa mencatat meningkatnya minat pada model perlindungan digital Swiss untuk warga negara dan bisnis. Swiss mempertahankan tingkat kejahatan yang sangat rendah, dan sistem pengawasan perbankan serta transparansi keuangannya telah menjadi tolok ukur bagi negara-negara lain.
3. Denmark – Keamanan Jiwa dan Data
Denmark termasuk dalam tiga besar berkat kebijakan sosialnya yang kuat dan infrastruktur perkotaan berkualitas tinggi. Kopenhagen sekali lagi masuk dalam peringkat kota teraman di dunia menurut The Economist. Negara ini berinvestasi dalam keamanan digital, program pengurangan kejahatan di kota-kota besar, dan mempertahankan tingkat kepercayaan yang tinggi antara negara dan masyarakat.
4. Irlandia adalah pemimpin baru Uni Eropa
Irlandia secara tak terduga memperkuat peringkatnya tahun ini. Pers Jerman dan Austria menekankan rendahnya tingkat kejahatan kekerasan, ketahanan ekonomi, dan meningkatnya kepercayaan pada sistem perbankan. Irlandia secara aktif menerapkan standar keamanan siber Eropa dan meningkatkan dukungan sosial, menjadikannya salah satu negara teraman di Uni Eropa.
Austria dan Liechtenstein berada di peringkat ke-5 bersama.
Austria masuk dalam 10 negara teraman di dunia dan berbagi peringkat kelima dengan Liechtenstein, salah satu negara paling stabil dan paling sedikit kejahatannya di Eropa.
Menurut ORF , Kurier, Der Standard, dan laporan WCR 2025, Austria tetap menjadi negara dengan tingkat kejahatan serius yang sangat rendah—sekitar 0,7 kasus per 100.000 penduduk, jauh di bawah rata-rata Uni Eropa. Berkat netralitas historisnya, negara ini tidak berpartisipasi dalam konflik internasional, dan angkatan bersenjatanya berfokus pada pertahanan internal dan tanggap darurat.
Ekonomi Austria menunjukkan pertumbuhan yang stabil, tingkat pengangguran tetap termasuk yang terendah di Eropa, dan kepolisian menerapkan pendekatan preventif, yang secara signifikan mengurangi kemungkinan terjadinya kejahatan jalanan. Wina, Graz, Linz, dan Salzburg secara konsisten berada di peringkat kota-kota paling nyaman di dunia, yang menegaskan tingkat keamanan dan kualitas hidup mereka yang tinggi.
Pers Austria secara teratur menekankan:
"Austria tetap menjadi negara di mana Anda dapat berjalan dengan aman di malam hari di hampir semua wilayah."
Liechtenstein berbagi peringkat ke-5 berkat tingkat kejahatan kekerasan yang hampir nol, stabilitas ekonomi, dan tingkat perlindungan pribadi yang sangat tinggi bagi warganya.
Negara-negara yang kehilangan posisi
Terlepas dari meningkatnya kesadaran global akan keamanan, sejumlah negara besar mengalami penurunan signifikan dalam peringkat internasional pada tahun 2025. Para ahli menekankan bahwa kekuatan ekonomi tidak lagi menjamin stabilitas: konflik internal, tekanan sosial, dan ketidakpastian politik telah menjadi faktor kunci di balik penurunan ini.
AS – peringkat ke-64
Amerika Serikat terus kehilangan dukungan akibat meningkatnya protes domestik, polarisasi politik, dan meningkatnya kejahatan kekerasan di kota-kota besar. Pers Amerika mencatat semakin lebarnya kesenjangan regional: beberapa negara bagian mengalami penurunan kejahatan, sementara yang lain menghadapi tekanan kepolisian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Selain itu, peningkatan kejahatan siber juga disebutkan, yang memengaruhi penilaian keamanan secara keseluruhan.
Kanada - peringkat ke-49
Sebelumnya, Kanada secara konsisten berada di peringkat teratas, tetapi pada tahun 2025, negara tersebut turun peringkat karena peningkatan kejahatan kekerasan di Vancouver, Toronto, dan Montreal. Analis Kanada mengaitkan hal ini dengan meningkatnya biaya hidup, krisis perumahan terjangkau, dan tekanan pada layanan sosial.
Meskipun demikian, tingkat keamanan secara keseluruhan tetap relatif tinggi, tetapi tidak lagi sekokoh beberapa tahun yang lalu.
India - peringkat ke-96
India menghadapi sistem peradilan yang kewalahan, konflik teritorial yang berkepanjangan, dan berbagai masalah sosial. Media Jerman dan Austria menyoroti ketidakstabilan regional dan tantangan dalam memastikan keselamatan perempuan. Faktor-faktor ini terus berdampak signifikan terhadap peringkat negara tersebut dalam indeks global.
Tiongkok — peringkat ke-112
Kemerosotan Tiongkok terkait dengan kerahasiaan data pemerintah, pembatasan kebebasan sipil, dan peningkatan kontrol atas masyarakat. Terlepas dari rendahnya tingkat kejahatan domestik, indeks internasional juga mempertimbangkan transparansi informasi, risiko digital, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah—yang semuanya menunjukkan kinerja buruk di Tiongkok.
Penurunan peringkat Jerman di bawah posisi ke-15 merupakan perubahan terbesar di Eropa.
Jerman secara tradisional dianggap sebagai salah satu negara teraman di Eropa, tetapi pada tahun 2025 negara ini turun ke peringkat di bawah ke-15 untuk pertama kalinya dalam delapan tahun.
Sumber-sumber Jerman (Spiegel, Zeit, Tagesschau) menunjukkan beberapa alasan:
- meningkatnya beban migrasi di kota-kota besar;
- peningkatan jumlah kejahatan jalanan, terutama di kota-kota besar (Berlin, Hamburg, Frankfurt);
- meningkatnya ketegangan politik dan gerakan protes;
- Menurunnya kepercayaan terhadap kepolisian di beberapa negara bagian federal.
Penting untuk dicatat bahwa Jerman tetap merupakan negara yang aman menurut standar Eropa, tetapi tidak lagi termasuk dalam kelompok elit negara-negara dengan risiko minimal. Para ahli menekankan bahwa dalam beberapa tahun mendatang, Jerman akan menerapkan reformasi yang bertujuan untuk memperkuat keamanan internal dan memodernisasi layanan kepolisiannya.
Tabel perbandingan keamanan negara
Untuk menilai secara objektif mengapa beberapa negara termasuk di antara negara-negara teraman di dunia sementara yang lain turun peringkat, penting untuk membandingkan indikator-indikator utama: tingkat kejahatan, stabilitas politik, kualitas hidup, dan Perdamaian Global . Berikut adalah tabel ringkasan negara-negara yang akan menduduki posisi teratas pada tahun 2025.
| Negara | Posisi dalam peringkat keselamatan tahun 2025 | Tingkat kejahatan | Stabilitas politik | Indeks Kedamaian (GPI) | Faktor-faktor keselamatan utama |
|---|---|---|---|---|---|
| Islandia | 1 | Sangat rendah | Tinggi | №1 | Kohesi sosial, tidak adanya konflik bersenjata |
| Swiss | 2 | Sangat rendah | Sangat tinggi | 10 Teratas | Netralitas, hukum yang ketat, perlindungan finansial |
| Denmark | 3 | Pendek | Tinggi | 20 Teratas | Infrastruktur digital yang andal, kepercayaan pada polisi. |
| Irlandia | 4 | Pendek | Tinggi | 15 Teratas | Kesejahteraan sosial, keberlanjutan ekonomi |
| Austria | 5 | Sangat rendah | Sangat tinggi | 5 Teratas | Netralitas, tingkat kejahatan serius yang rendah |
| Liechtenstein | 5 | Hampir nol | Sangat tinggi | 10 Teratas | Ukuran kecil, penegakan hukum yang ketat |
| Norwegia | 7 | Pendek | Sangat tinggi | 15 Teratas | Program sosial, standar hidup yang tinggi |
| Finlandia | 8 | Pendek | Sangat tinggi | 15 Teratas | Tingkat korupsi rendah, transparansi administrasi publik. |
| Portugal | 9 | Pendek | Tinggi | 10 Teratas | Keamanan wisatawan, lingkungan dengan kejahatan ringan. |
| Selandia Baru | 10 | Pendek | Tinggi | 5 Teratas | Isolasi, lembaga-lembaga yang berkembang |
Data ini menunjukkan bahwa pada tahun 2025, negara-negara terkemuka adalah negara-negara dengan situasi domestik yang paling dapat diprediksi, ekonomi yang stabil, dan sistem sosial yang maju. Austria dan Liechtenstein layak berada di peringkat kelima berkat kombinasi tingkat kejahatan yang rendah, netralitas, dan kepercayaan yang tinggi terhadap lembaga publik.
Mengapa keamanan menjadi kriteria utama dalam memilih negara?
Para ahli mencatat bahwa keamanan secara efektif telah menjadi "mata uang kepercayaan" yang baru, lebih penting daripada kinerja ekonomi yang pesat dan tingkat pendapatan. Dunia sedang mengalami perubahan geopolitik, inflasi yang meningkat, ancaman digital, dan ketidakstabilan di beberapa wilayah—semuanya menjadikan keamanan pribadi dan keluarga sebagai faktor kunci yang memengaruhi keputusan individu dan investor.
Orang memilih negara di mana:
- Anda bisa hidup tenang dan berjalan di malam hari tanpa merasa takut;
- Anak-anak memperoleh masa depan yang stabil berkat pendidikan berkualitas dan kebijakan sosial yang dapat diprediksi;
- Negara bertindak secara konsisten dan tidak mengubah aturan main setiap beberapa tahun sekali;
- Polisi dapat dipercaya dan bekerja secara proaktif, bukan reaktif;
- tidak ada risiko mobilisasi paksa dan partisipasi dalam konflik internasional;
- Rendahnya tingkat korupsi mengurangi risiko sehari-hari dan administratif;
- Masyarakat tersebut stabil secara sosial dan tidak mengalami gejolak internal yang tajam.
Tren baru tahun 2025 adalah "migrasi protektif"
Salah satu tren global yang paling menonjol adalah apa yang disebut "migrasi protektif." Para analis dari Eropa, AS, dan Asia mencatat bahwa individu berpenghasilan tinggi semakin banyak yang memutuskan untuk pindah bukan karena keuntungan pajak, tetapi karena prediktabilitas dan keamanan pribadi. Bahkan negara-negara dengan pajak yang secara tradisional tinggi—Swiss, Denmark, dan Austria—terbukti lebih menarik daripada negara-negara dengan beban keuangan yang lebih rendah tetapi risiko kejahatan yang lebih tinggi dan ketidakpastian politik.
Menurut Laporan Kewarganegaraan Dunia terbaru, keamanan telah menjadi kriteria utama bagi investor dan keluarga yang memilih tempat tinggal baru. Negara-negara Eropa yang tenang dan netral lebih disukai, di mana lembaga pemerintah beroperasi secara stabil dan undang-undang tidak mengalami perubahan mendadak. Minat terhadap negara-negara seperti Austria, Swiss, Islandia, dan Irlandia telah meningkat secara signifikan: jumlah permintaan izin relokasi dan tempat tinggal telah meningkat rata-rata 14-22% selama tahun lalu.
-
Para ahli menekankan bahwa logika migrasi baru sedang muncul: orang-orang tidak berupaya memaksimalkan pendapatan, tetapi meminimalkan risiko. Dan aset utama bukan lagi keringanan pajak, melainkan jaminan kehidupan yang damai dan aman untuk bertahun-tahun yang akan datang.
Bagaimana keamanan memengaruhi kehidupan dan pasar properti
Keamanan secara langsung menentukan kualitas hidup di suatu negara. Ketika tingkat kejahatan rendah, orang merasa lebih percaya diri dalam situasi sehari-hari: mereka dapat berjalan-jalan di malam hari, menggunakan transportasi umum, dan dengan aman mengirim anak-anak mereka ke sekolah dan kegiatan. Suasana ini menciptakan rasa stabilitas yang tidak dapat diberikan oleh pertumbuhan ekonomi atau pendapatan tinggi.
Pengaruh ekonomi
Lingkungan domestik yang stabil menarik perusahaan internasional—mereka menghargai pembukaan kantor di wilayah yang bebas dari gejolak politik, tekanan sosial, dan perubahan legislatif yang tiba-tiba. Bisnis membutuhkan prediktabilitas, dan negara-negara yang aman menyediakan hal itu. Hal ini mempercepat perkembangan teknologi, mendorong inovasi, dan menciptakan lapangan kerja baru, sehingga meningkatkan efek keamanan ekonomi.
Pasar properti
Menurut portal analisis Austria dan Jerman, apartemen dan rumah di negara-negara yang aman mengalami peningkatan nilai lebih cepat dibandingkan di negara-negara dengan tingkat kejahatan yang lebih tinggi. Bahkan jika ekonomi global melambat, pasar properti di Austria, Swiss, dan Denmark tetap tangguh. Keluarga dan investor memandang perumahan sebagai tempat berlindung jangka panjang—tempat di mana mereka dapat hidup dengan tenang dan mewariskan aset mereka kepada anak-anak mereka.
Di negara-negara tersebut, tidak hanya harga yang tumbuh lebih stabil, tetapi likuiditas properti juga lebih tinggi: real estat terjual lebih cepat, dan permintaan sewa tetap tinggi sepanjang tahun.
"Keamanan adalah salah satu faktor terpenting yang dihargai klien kami saat memilih negara untuk ditinggali atau berinvestasi. Jika Anda membutuhkan saran praktis, wawasan tentang area tertentu, atau rekomendasi properti yang dapat diandalkan, saya selalu siap membantu."
— Ksenia , konsultan investasi,
Vienna Property Investment
Dampak pada lingkungan sosial
Keamanan menumbuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi antara masyarakat dan negara. Ketika warga negara memiliki kepercayaan pada polisi, sistem peradilan, dan transparansi lembaga, ketegangan sosial berkurang. Jalanan menjadi lebih bersih, lingkungan menjadi lebih terorganisir, dan kualitas layanan meningkat.
Ini adalah lingkaran setan: semakin aman suatu negara, semakin aktif masyarakatnya mengembangkan infrastruktur, pendidikan, dan layanan, dan sebaliknya—semakin kuat basis sosial, semakin rendah tingkat kejahatan.
Negara-negara dengan ekologi terbaik di Eropa
Eropa secara tradisional memegang posisi terdepan dalam kualitas lingkungan, dan situasi ini tetap tidak berubah pada tahun 2025. Menurut sebuah studi oleh para peneliti di Universitas Celje, yang menilai status lingkungan dari 180 negara berdasarkan 58 indikator berbeda—mulai dari kualitas udara dan emisi hingga keanekaragaman hayati dan keberlanjutan sistem alam—negara-negara Eropa membentuk kelompok pemimpin global.
Estonia menonjol sebagai salah satu negara terbersih di Eropa. Negara ini memiliki beberapa tingkat emisi metana dan CO₂ terendah, dan sistem pengelolaan limbahnya diatur di tingkat negara dan dianggap sebagai salah satu yang paling efisien. Para ilmuwan memperkirakan bahwa pada tahun 2050, Estonia akan sepenuhnya bebas emisi—bersama dengan Inggris, Finlandia, dan Yunani.
Luksemburg menunjukkan keseimbangan yang sangat baik antara pengembangan teknologi dan pelestarian lingkungan. Udara dan sungainya tetap sangat bersih berkat sistem pengolahan air limbah yang ketat dan penerapan aktif sumber energi terbarukan. Negara ini telah memberikan penekanan kuat pada mobilitas ramah lingkungan: transportasi umum gratis, dan kepemilikan mobil telah berkurang berkat kendaraan listrik dan hibrida.
Jerman juga termasuk di antara negara-negara terhijau di dunia berkat standar kualitas air yang tinggi dan peraturan lingkungan yang ketat. Air keran menjalani penyaringan multi-tahap dan memenuhi standar Eropa tertinggi, sehingga aman untuk diminum tanpa pengolahan tambahan.1 Selain itu, warga Jerman secara aktif mendukung pertanian lokal, memilih produk yang diproduksi di daerah yang ramah lingkungan dan tanpa pengolahan berlebihan.
-
Negara-negara ini menunjukkan bahwa kesejahteraan lingkungan bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga hasil dari kebijakan pemerintah yang baik, solusi teknologi, dan sikap sadar warga terhadap lingkungan.
Negara-negara dengan tingkat kejahatan rendah
Menurut data terbaru dari Numbeo , tingkat kejahatan terendah ditemukan di sejumlah negara Eropa dan Asia. Negara-negara ini menggabungkan hukum yang ketat, sistem hukum yang maju, dan tingkat kepercayaan sosial yang tinggi. Sementara itu, wilayah Amerika Selatan dan Afrika Selatan secara tradisional menunjukkan tingkat kejahatan yang lebih tinggi.
Andorra
Andorra secara konsisten berada di peringkat teratas dalam peringkat keamanan global berkat sistem pengawasan yang ketat dan hampir tidak adanya kejahatan serius. Negara ini memiliki populasi sekitar 85.000 jiwa, dan jumlah narapidana kurang dari 60 orang, angka yang dianggap sebagai rekor terendah menurut standar Eropa.
Polisi berpatroli di jalanan 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan pelanggaran lalu lintas dikenakan denda yang besar, yang membantu menjaga ketertiban. Faktor geografis juga berperan: Andorra hanya dapat diakses melalui Spanyol atau Prancis, sehingga kontrol perbatasan sangat ketat.
usia rata-rata 84 tahun pada tahun 2024–2025 , yang mencerminkan tingkat layanan kesehatan dan keberlanjutan lingkungan yang tinggi.
Negara ini mengeluarkan visa emas kepada investor yang bersedia berinvestasi setidaknya €600.000 , dan pemegang izin tinggal dapat memperoleh visa Inggris, AS, dan Schengen jauh lebih cepat daripada di sebagian besar negara lain.
UEA
Uni Emirat Arab dianggap sebagai salah satu negara teraman di Timur Tengah. Keamanan terjamin berkat kombinasi hukum yang ketat, pengawasan video di tempat umum, dan sistem sanksi yang jelas.
Bahkan pelanggaran kecil, termasuk penggunaan kata-kata kasar atau minum alkohol di tempat yang tidak diizinkan, direkam oleh kamera pintar, dan denda serta hukuman membantu menjaga tingkat kejahatan jalanan tetap hampir nol.
Qatar
Qatar memiliki hukum pidana yang ketat, termasuk hukuman berat untuk pelanggaran narkoba, kekerasan, dan pelanggaran ringan yang serius. Hukuman mati masih digunakan, meskipun jarang. Hukum Syariah adalah salah satu sumber hukum, tetapi penerapannya pada warga negara asing terbatas.
Sistem kontrol yang ketat memastikan salah satu tingkat kejahatan terendah di dunia, baik kejahatan domestik maupun terorganisir.
Negara-negara teraman bagi perempuan
| Tempat | Negara | Ciri-ciri keamanan gender |
|---|---|---|
| 1 | Denmark | Rasa aman yang tinggi, tingkat kekerasan minimal. |
| 2 | Swiss | Salah satu tingkat kejahatan terhadap perempuan terendah |
| 3 | Swedia | Tingkat partisipasi perempuan yang tinggi, diskriminasi rendah. |
| 4 | Finlandia | Sistem sosial yang kuat, kesetaraan gender |
| 5 | Luksemburg | Kota yang aman, infrastruktur berkualitas. |
| 6 | Islandia | Tingkat kepercayaan dan dukungan sosial yang tinggi |
| 7 | Norwegia | Kebijakan perlindungan hak-hak perempuan tingkat lanjut |
| 8 | Austria | Tingkat kekerasan rendah, layanan publik berkualitas tinggi. |
| 9 | Belanda | Lingkungan sosial yang stabil, kesempatan karir yang setara. |
| 10 | Selandia Baru | Perlindungan hukum yang tinggi dan tingkat bahaya jalanan yang rendah. |
Keamanan perempuan merupakan indikator penting yang diperhitungkan oleh indeks stabilitas internasional. Negara-negara Skandinavia secara tradisional memegang posisi terdepan: perempuan di sana cenderung merasa lebih aman, menghadapi lebih sedikit diskriminasi, dan memiliki tingkat partisipasi yang tinggi dalam kehidupan publik dan ekonomi.
Di Denmark, Swedia, dan Swiss, lebih dari 75% wanita melaporkan merasa nyaman menjelajahi kota bahkan larut malam. Sebagai perbandingan, di Rusia angka ini sekitar 50% .
Selain itu, Swiss memiliki salah satu tingkat kekerasan terhadap perempuan terendah – sekitar 2% , sedangkan Denmark memiliki sekitar 3% .
Swedia juga memiliki salah satu tingkat pekerjaan perempuan tertinggi di Eropa – sekitar 80% – yang mencerminkan keamanan gender yang kuat, akses yang sama terhadap pekerjaan, dan tingkat dukungan sosial yang tinggi.
Ke mana sebaiknya pindah bersama seluruh keluarga?
Saat memilih negara baru, keluarga paling sering mempertimbangkan stabilitas, tingkat kejahatan, lingkungan, sikap terhadap orang asing, dan jalur akses menuju izin tinggal. Berikut adalah negara-negara yang dianggap paling menarik untuk relokasi keluarga pada tahun 2025.
Portugal – kehidupan tenang di tepi laut
Portugal tetap menjadi salah satu pilihan paling nyaman untuk relokasi keluarga. Ekspatriat Rusia mencatat keramahan penduduk setempat, iklim yang sejuk, dan kurangnya keterlibatan negara tersebut dalam konflik internasional.
Bagi mereka yang berencana hidup dari pendapatan pasif, ada program visa D7: menyewa tempat tinggal dan mendapatkan penghasilan tetap memungkinkan Anda untuk menjadi penduduk tetap dan pindah ke Atlantik bersama seluruh keluarga Anda.
Austria – keamanan dan standar hidup yang tinggi
Austria menggabungkan kebijakan damai, lingkungan hijau, dan salah satu tingkat kejahatan terendah di Eropa. Pencegahan memainkan peran kunci: Kementerian Dalam Negeri negara tersebut secara aktif menginformasikan warga tentang skema penipuan dan cara-cara untuk melindungi diri mereka sendiri, membantu menjaga tingkat keamanan yang tinggi.
Keluarga sering kali memperoleh izin tinggal melalui Orang yang Mandiri Secara Finansial dengan menyewa tempat tinggal dan membuktikan pendapatan.
"Austria adalah negara yang aman dan memiliki standar hidup yang tinggi. Jika Anda membutuhkan saran tentang lingkungan tempat tinggal atau mencari properti yang terpercaya, saya siap membantu."
— Ksenia , konsultan investasi,
Vienna Property Investment
Selandia Baru adalah negara yang ramah dan damai.
Selandia Baru menempati peringkat tinggi dalam indeks keamanan global. Negara ini memiliki tingkat kekerasan yang rendah, hubungan yang stabil dengan negara-negara tetangga, dan sikap ramah terhadap warga asing.
Pariwisata merupakan bagian penting dari perekonomian, sehingga pengunjung sangat disambut. Negara ini cocok untuk keluarga yang menghargai alam, keamanan, dan gaya hidup yang tenang dan santai.
Kanada - Multikulturalisme dan Kemudahan Adaptasi
Kanada dianggap sebagai salah satu negara teraman dan paling nyaman untuk pindah bersama keluarga. Masyarakat setempat bersifat multikultural, sehingga memudahkan warga asing untuk berintegrasi.
Banyak warga Rusia memilih visa startup , yang memungkinkan mereka untuk mendirikan bisnis dan memperoleh status penduduk tetap. Keluarga-keluarga mencatat kualitas layanan kesehatan, pendidikan, dan rasa aman secara keseluruhan yang tinggi.
Luksemburg adalah negara kecil namun sangat aman.
Luksemburg terkenal dengan standar hidupnya yang tinggi, kualitas pendidikan, dan ketertiban umum yang ideal.
Ukuran negara yang kecil memungkinkan pengendalian keamanan yang efektif, sementara kawasan alam—seperti yang disebut "Swiss-nya Luksemburg"—menjadikannya tempat yang tepat untuk rekreasi keluarga dan wisata alam.
Kota-kota yang aman untuk dikunjungi
Perusahaan asuransi Amerika, BHTP, setiap tahunnya menentukan kota-kota teraman bagi wisatawan, dengan berfokus pada dua faktor: persepsi pribadi wisatawan dan tingkat kejahatan resmi. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih jujur, karena orang-orang tidak hanya mengevaluasi statistik tetapi juga seberapa nyaman perasaan mereka di destinasi tersebut.
Menurut peringkat terbaru, kota-kota di Hawaii, Kanada, dan Uni Emirat Arab menerima skor tertinggi. Wisatawan mencatat tidak adanya diskriminasi berdasarkan kewarganegaraan, agama, atau penampilan, yang sangat penting terutama saat bepergian dengan anak-anak dan kerabat lanjut usia.
Inggris dan Islandia, pada gilirannya, menonjol karena transportasi yang aman dan infrastruktur yang terencana dengan baik – suasananya tenang baik siang maupun malam, dan transportasi umum tetap nyaman dan dapat diprediksi.
-
Dan di beberapa negara Asia, berbicara dengan suara keras di jalan atau menunjukkan emosi yang berlebihan dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan.
Namun, memilih kota yang aman hanyalah setengah dari perjuangan. Untuk memastikan perjalanan yang benar-benar santai, terutama jika Anda bepergian dengan anak-anak, penting untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu.
Sebagai langkah awal, ada baiknya untuk memiliki asuransi kesehatan: di banyak negara, ini merupakan persyaratan masuk wajib, tetapi bahkan di tempat yang tidak diwajibkan, asuransi kesehatan dapat membantu menghindari pengeluaran tak terduga dan kekhawatiran yang tidak perlu. Polis standar sudah cukup untuk menanggung layanan medis dasar, tetapi untuk perjalanan aktif, sebaiknya pilih opsi yang lebih komprehensif.
Bagian penting lain dari persiapan adalah membiasakan diri dengan budaya negara tersebut . Apa yang dianggap normal di rumah mungkin dipandang berbeda di negara lain. Misalnya, di Uni Emirat Arab, selama Ramadan, wisatawan disarankan untuk menghindari makan di tempat umum pada siang hari—ini tidak dilarang oleh hukum, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya setempat.
-
Menariknya, Venesia dan Sydney tetap berada di antara sepuluh destinasi teraman selama bertahun-tahun berturut-turut, berkat kombinasi pariwisata, hukum yang ketat, dan keterbukaan budaya.
Saat bepergian dengan anak-anak, sangat penting untuk mendiskusikan etiket dengan mereka terlebih dahulu: ke mana harus pergi, apa yang harus dilakukan jika tersesat, dan bagaimana bereaksi terhadap orang asing. Anak-anak kecil sering kehilangan minat pada perjalanan panjang, jadi ada baiknya merencanakan rute Anda terlebih dahulu: selang-seling antara museum dan taman bermain, dan jalan-jalan singkat dengan istirahat.
Menggunakan gelang khusus dengan nomor telepon orang tua dianggap sebagai praktik yang baik—anak-anak melihatnya sebagai aksesori, dan orang dewasa merasa jauh lebih tenang.
Perjalanan yang aman selalu merupakan kombinasi dari dua faktor: memilih tujuan yang tepat dan persiapan yang cermat. Ketika kedua elemen ini bersatu, perjalanan berubah dari serangkaian tugas pengorganisasian menjadi petualangan yang menyenangkan dan tak terlupakan bagi seluruh keluarga.
Kesimpulan
Di dunia tahun 2025, isu keamanan bukan lagi sekadar salah satu kriteria dalam memilih negara untuk dikunjungi atau ditinggali—tetapi telah menjadi titik pusat yang memengaruhi semua keputusan lainnya: di mana membesarkan anak, di mana membangun karier, di mana berinvestasi, dan masa depan seperti apa yang ingin diciptakan untuk keluarga Anda.
Peringkat internasional— mulai dari Global Peace Index hingga Women, Peace and Security dan Crime Index Numbeo —menunjukkan bahwa batasan antara “kehidupan nyaman” dan “risiko” semakin terlihat jelas.
Beberapa negara memperkuat posisinya berkat legislasi yang transparan, pencegahan kejahatan, netralitas, dan kepercayaan sosial, sementara negara lain, sebaliknya, kehilangan poin karena ketidakstabilan internal, protes, dan ketidakmampuan untuk menyesuaikan sistem pemerintahan dengan tantangan baru.
Keamanan bukan hanya ketiadaan kejahatan. Ini adalah kombinasi dari hukum yang dapat diprediksi, lingkungan politik yang stabil, layanan kesehatan berkualitas tinggi, lingkungan yang bersih, dukungan sosial, dan rasa hormat terhadap sesama. Inilah mengapa negara-negara seperti Austria, Islandia, Swiss, Denmark, dan Selandia Baru mempertahankan posisi terdepan mereka tahun demi tahun: mereka menciptakan kondisi di mana orang dapat hidup damai, merencanakan masa depan, dan merasa aman dalam berbagai situasi kehidupan.
Bagi keluarga yang mempertimbangkan pindah, keselamatan adalah prioritas utama. Orang tua ingin memastikan anak-anak mereka dapat menjelajahi kota dengan aman, menerima pendidikan berkualitas, dan tinggal di lingkungan yang penuh hormat—bebas dari rasa takut, tekanan, dan ancaman ketidakstabilan.
Hal ini menjelaskan meningkatnya popularitas program residensi di negara-negara netral, cinta damai, dan ramah lingkungan. Residensi di Austria melalui kemandirian finansial, relokasi ke Portugal dengan visa D7, visa startup di Kanada, dan program jangka panjang di Swiss semuanya menjadi cara bukan hanya untuk berpindah negara, tetapi juga untuk memastikan prediktabilitas dan ketenangan pikiran bagi diri sendiri dan orang-orang terkasih selama bertahun-tahun yang akan datang.
Hal yang sama berlaku untuk perjalanan: keluarga memilih kota-kota di mana transportasi umum dapat diandalkan, polisi dapat dipercaya, budayanya ramah terhadap wisatawan, dan suasananya terasa aman bahkan hingga larut malam. Itulah mengapa Hawaii, Venesia, Sydney, Islandia, Toronto, dan kota-kota di UEA menduduki peringkat teratas: mereka tidak hanya menawarkan keindahan dan infrastruktur, tetapi juga keyakinan bahwa perjalanan akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Pada akhirnya, keamanan adalah sumber daya global baru, yang nilainya lebih tinggi daripada keringanan pajak, manfaat iklim, atau peluang ekonomi. Keamanan membangun kepercayaan, dan kepercayaan menciptakan kemakmuran.
Oleh karena itu, ketika memilih negara untuk bepergian, tinggal sementara, atau pindah bersama seluruh keluarga, penting untuk mempertimbangkan hal-hal yang lebih luas: stabilitas politik, sikap terhadap orang asing, keselamatan perempuan dan anak-anak, situasi lingkungan, dan sejauh mana negara tersebut siap melindungi warganya.
-
Tips: Sebelum membuat keputusan akhir tentang pindah atau memilih negara yang aman untuk dikunjungi, pastikan untuk melakukan "riset lapangan" terlebih dahulu. Habiskan setidaknya satu minggu di kota pilihan Anda: evaluasi lingkungan, transportasi, harga, dan suasananya, serta bicaralah dengan penduduk setempat dan ekspatriat.