Rumah-rumah bersejarah dan ikonik karya arsitek terkenal
Arsitektur Wina mencerminkan sejarah kota ini, memadukan tradisi dan inovasi. Selama berabad-abad, ibu kota Austria ini berkembang sebagai pusat kekuasaan kekaisaran, budaya, dan seni. Setiap era telah meninggalkan jejaknya di kota ini: istana dan kediaman megah dari era Habsburg berdiri berdampingan dengan bangunan-bangunan anggun Art Nouveau Wina, sementara struktur modern yang berani membentuk citra baru Wina sebagai metropolis Eropa.
Bangunan-bangunan yang dirancang oleh arsitek ternama bukan hanya sekadar ruang hunian atau ruang publik. Bangunan-bangunan tersebut merupakan simbol sejati identitas budaya dan daya tarik wisata utama. Jutaan wisatawan berbondong-bondong ke Wina setiap tahun untuk melihat mahakarya arsitektur ini – mulai dari desain eksentrik Friedensreich Hundertwasser hingga bangunan-bangunan yang sederhana dan elegan karya Otto Wagner.
Tujuan artikel ini adalah untuk memperkenalkan pembaca pada contoh-contoh arsitektur ikonik Wina yang paling mencolok, menceritakan tentang para arsitek yang memengaruhi perkembangannya, dan menunjukkan bagaimana bangunan-bangunan ini membentuk signifikansi budaya dan pariwisata kota tersebut.
Arsitektur Wina dan para maestronya
Wina selalu menjadi kota tempat berbagai gerakan dan gagasan artistik beririsan, dan arsitektur memainkan peran kunci dalam mengekspresikan statusnya sebagai ibu kota sebuah kekaisaran dan pusat budaya Eropa. Beberapa arsitek terkemuka meninggalkan jejak abadi mereka dalam sejarah kota ini.
| Arsitek | Periode aktivitas | Proyek-proyek penting di Wina | Kontribusi terhadap arsitektur |
|---|---|---|---|
| Otto Wagner | Akhir abad ke-19 – awal abad ke-20 | Vila Wagner, Stasiun Karlsplatz, Kantor Pos | Pendiri Art Nouveau Wina, pengembang gagasan fungsionalisme. |
| Friedensreich Hundertwasser | Paruh kedua abad ke-20 | Hundertwasserhaus, KunstHausWien, pabrik Spittelau | Sebagai pencipta gaya yang unik, ia mempromosikan harmoni antara manusia dan alam. |
| Joseph Maria Olbrich | Akhir abad ke-19 | Gedung Vienna Secession | Salah satu pemimpin gerakan Secession Wina. |
| Gunther Domenig | Paruh kedua abad ke-20 | Keluarga Domenig (Favoriten) | Seorang tokoh perwakilan postmodernisme, penulis konsep-konsep yang berani. |
Tren arsitektur utama di Wina:
Art Nouveau dan Pemisahan Wina:
- Akhir abad ke-19 – awal abad ke-20.
- Ciri khasnya adalah elemen dekoratif yang elegan, garis-garis yang halus, serta penggunaan kaca dan logam.
- Contoh-contoh penting: paviliun Wagner, gedung Secession, dan gedung-gedung apartemen di Ringstrasse.
Fungsionalisme abad ke-20:
- Garis tegas, penekanan pada kenyamanan dan kesederhanaan.
- Periode antara perang dunia dan pembangunan pasca-perang.
Urbanisme kontemporer dan gedung pencakar langit abad ke-21:
- Perpaduan antara kaca, baja, dan teknologi tinggi
- Contoh: DC Tower adalah gedung tertinggi di Austria.
1. Rumah Hundertwasser (Hundertwasserhaus)
Hundertwasserhaus adalah salah satu bangunan paling ikonik di Wina dan simbol arsitektur avant-garde. Bangunan ini terletak di distrik ke-3 kota, tepatnya di Kegelgasse 36-38, di sudut jalan dengan Löwengasse.
Proyek ini dirancang oleh Friedensreich Hundertwasser, yang dikenal karena solusi arsitektur yang tidak konvensional dan gagasan tentang harmoni ekologis. Ia percaya bahwa bangunan harus menjadi bagian dari alam dan menciptakan ruang di mana orang merasa bebas. Hundertwasser menolak garis lurus dan bentuk yang kaku, menyebutnya "tidak alami.".
Filosofinya mencakup prinsip-prinsip berikut:
- Keselarasan dengan lingkungan – bangunan seharusnya “tumbuh” seperti organisme hidup;
- Penggunaan ruang hijau sebagai bagian integral dari arsitektur;
- warna-warna cerah dan bentuk-bentuk bebas untuk mengekspresikan individualitas.
Fitur unik rumah ini. Hundertwasserhaus dibangun antara tahun 1983 dan 1985 dan langsung menjadi landmark ikonik.
Isi di dalamnya meliputi:
- 52 apartemen, masing-masing unik dalam desainnya;
- 16 teras pribadi dan 3 teras umum;
- Atap dan balkon diubah menjadi taman dengan lebih dari 250 pohon dan semak.
Fitur arsitektur:
- Fasad aneka warna menciptakan efek mozaik.
- Tidak ada garis lurus sama sekali: bahkan lantainya pun bergelombang.
- Material alami dipadukan dengan elemen dekoratif.
Saat ini, Rumah Hundertwasser ditutup untuk umum karena masih dihuni, tetapi di dekatnya terdapat Desa Hundertwasser, sebuah kompleks pertokoan, kafe, dan galeri seni yang dibangun dengan gaya serupa.
Fakta menarik: Hundertwasser tidak menerima bayaran untuk proyek tersebut, tetapi setuju dengan pihak berwenang kota bahwa bangunan "jelek" yang melanggar harmoni arsitektur tidak akan pernah dibangun di area sekitar bangunannya.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tahun pembangunan | 1983-1985 |
| Arsitek | Friedensreich Hundertwasser, Josef Kravina |
| Gaya arsitektur | Arsitektur organik avant-garde |
| Tujuan awal | Bangunan tempat tinggal |
| Penggunaan saat ini | Apartemen hunian, objek wisata |
| Alamat | Kegelgasse 34-38, 1030 Wien |
| Cara menuju ke sana | Metro U3, U4 – stasiun Landstraße/Wien Mitte, trem no. 1 – hentikan Hetzgasse |
| Keunikan | Fasad aneka warna, tanpa garis lurus, atap hijau |
2. Rumah Seni Wina (Kunst Haus Wien)
Kunst Haus Wien adalah proyek besar kedua Friedensreich Hundertwasser di Wina, yang dibuka pada tahun 1991. Bangunan ini menjadi semacam jembatan antara ide-ide radikal sang arsitek dan pendekatan yang lebih tradisional terhadap arsitektur perkotaan.
Meskipun Hundertwasserhaus terutama merupakan bangunan tempat tinggal, Kunst Haus Wien dirancang sebagai pusat budaya dan museum yang didedikasikan untuk seni kontemporer dan karya Hundertwasser sendiri.
Perbedaan dari Hundertwasserhaus:
Fungsionalitas:
- Hundertwasserhaus adalah bangunan tempat tinggal yang tertutup untuk wisatawan.
- Kunst Haus Wien – terbuka untuk umum, mencakup museum, ruang pameran, dan kafe.
Fasad:
- Kunst Haus Wien menampilkan elemen yang lebih linier, tetapi tetap mempertahankan ciri khas sang maestro: mosaik ubin, warna-warna cerah, dan tanaman hijau.
Peran budaya:
- Pusat ini telah menjadi tempat penting untuk pameran seni kontemporer, termasuk karya-karya seniman Austria dan internasional.
- Ceramah, festival, dan kelas master diselenggarakan.
Fakta menarik: Fasad bangunan ini melambangkan "arsitektur hidup," di mana alam dan seni menyatu. Di dalamnya, terdapat banyak tanaman, dan teras-terasnya ditanami pepohonan hijau.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tahun pembangunan | 1989-1991 |
| Arsitek | Friedensreich Hundertwasser |
| Gaya arsitektur | Avant-garde, desain ramah lingkungan |
| Tujuan awal | Gedung multifungsi |
| Penggunaan saat ini | Museum Hundertwasser dan Pusat Seni Kontemporer |
| Alamat | Untere Weißgerberstraße 13, 1030 Wien |
| Cara menuju ke sana | Metro U3, U4 – stasiun Landstraße/Wien Mitte, trem no. 1 – hentikan Hetzgasse |
| Keunikan | Dengan fasad yang lebih sederhana, di dalamnya terdapat pameran permanen karya-karya sang arsitek |
3. Pabrik pembakaran sampah Spittelau
Spittelau adalah contoh bagaimana sebuah fasilitas industri dapat menjadi lebih dari sekadar bangunan fungsional, tetapi juga simbol sejati dari tanggung jawab lingkungan.
Pabrik ini awalnya dibangun pada tahun 1970-an sebagai fasilitas pembakaran sampah standar. Namun, pada tahun 1987, bangunan tersebut rusak akibat kebakaran besar, yang mendorong pemerintah Wina untuk menugaskan Hundertwasser untuk merenovasinya.
Peran Hundertwasser: Arsitek tersebut bersikeras bahwa bahkan bangunan yang fungsional pun harus indah dan harmonis. Ia mengusulkan fasad yang semarak dengan ubin aneka warna, aksen emas, dan tanaman hidup. Elemen sentralnya adalah kubah cerobong asap emas, yang membuat pabrik tersebut dikenal di seluruh dunia.
Aspek lingkungan: Pabrik ini tidak hanya mengolah limbah, tetapi juga memasok panas dan listrik ke ribuan rumah di Wina, sebagai bagian dari sistem pemanas distrik kota.
Nilai wisata: Meskipun merupakan pabrik industri, fasad pabrik ini telah menjadi landmark arsitektur. Wisatawan sering berfoto dengan latar belakang bangunan ini, dan di dekatnya terdapat jalur sepeda dan area berjalan kaki di sepanjang Kanal Danube.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tahun rekonstruksi | 1989-1992 (setelah kebakaran tahun 1987) |
| Arsitek | Friedensreich Hundertwasser |
| Gaya arsitektur | Avant-garde industri |
| Tujuan awal | Pabrik pembakaran sampah |
| Penggunaan saat ini | Pusat energi yang memasok panas ke sebagian wilayah Wina |
| Alamat | Spittelauer Lände 45, 1090 Wien |
| Cara menuju ke sana | Metro U4, U6 – Stasiun Spittelau |
| Keunikan | Kubah emas cerobong asap, simbol ekologis kota, dan elemen-elemen warna-warni pada fasad bangunan |
4. Republik Kugelmugel – Rumah Bola
Republik Kugelmugel adalah salah satu bangunan paling unik di Wina dan Eropa. Bangunan ini berbentuk bola sempurna yang dirancang oleh seniman Edwin Lipburger pada tahun 1970-an.
Lipburger membangun rumah berbentuk bola sebagai manifesto kebebasan dan individualitas. Pihak berwenang Wina menolak mengeluarkan izin bangunan, yang menyebabkan konflik.
Sebagai tanggapan, sang seniman mendeklarasikan rumahnya sebagai negara merdeka—Republik Kugelmugel—dan memproklamirkan dirinya sebagai presiden. Pada tahun 1981, rumah tersebut dipindahkan ke Taman Prater, tempat ia berada hingga saat ini.
Status terkini: Saat ini, bangunan tersebut berfungsi sebagai museum dan objek wisata, simbol kreativitas dan perjuangan untuk kebebasan berekspresi. Pameran-pameran kecil yang didedikasikan untuk sejarah proyek ini diadakan di dalamnya.
Fakta menarik: Lebih dari 600 penduduk terdaftar di "Republik Kugelmugel", meskipun sebenarnya tidak ada yang tinggal di sana – ini hanyalah tindakan simbolis.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tahun pembangunan | 1971 (dipindahkan ke Prater Park pada tahun 1982) |
| Arsitek | Edwin Lipburger |
| Gaya arsitektur | Seni avant-garde, seni konseptual |
| Tujuan awal | Kediaman pribadi sang seniman |
| Penggunaan saat ini | Objek wisata dan ruang seni |
| Alamat | Prater, 1020 Wien |
| Cara menuju ke sana | Metro U1, U2 – Stasiun Praterstern |
| Keunikan | Sebuah rumah berbentuk bola, simbol negara mikro Kugelmugel |
5. Gasometer (Kota Gasometer)
Wina berkembang pesat pada akhir abad ke-19, dan empat fasilitas penyimpanan gas raksasa dibangun untuk memasok gas ke kota tersebut. Bangunan-bangunan bata berbentuk silinder ini merupakan mahakarya sejati arsitektur industri pada masanya.
Setelah fasilitas penyimpanan gas tersebut menjadi tidak terpakai lagi, fasilitas itu direncanakan untuk dihancurkan, tetapi pihak berwenang memutuskan untuk melestarikan fasad bersejarahnya dan mengubahnya menjadi kawasan perumahan dan komersial modern.
Proyek renovasi:
- Pada akhir tahun 1990-an, empat arsitek terkemuka ditugaskan untuk merekonstruksi masing-masing tangki gas tersebut:
- Jean Nouvel, Wolf D. Prix, Manfred Wechsler dan Wilhelm Holliner.
- Apartemen hunian, kantor, pusat perbelanjaan, bioskop, dan gedung konser dibangun di dalam bangunan tersebut.
- Pada saat yang sama, tampilan eksterior bangunan sepenuhnya dipertahankan, menjadikan proyek ini sebagai contoh perpaduan harmonis antara sejarah dan modernitas.
Pentingnya Gasometer City saat ini:
- Tempat populer untuk berbelanja dan bersantai.
- Pusat kebudayaan – gedung konser Gasometer menyelenggarakan pertunjukan internasional dan acara musik.
- Sebuah kawasan perumahan bergengsi dengan arsitektur yang unik.
| Bangunan | Fungsi hari ini |
|---|---|
| Gasometer A | Apartemen hunian, asrama mahasiswa |
| Gasometer B | Pusat perbelanjaan, restoran |
| Gasometer C | Kantor dan bioskop |
| Gasometer D | Aula konser, ruang hunian |
Fakta menarik: Tangki gas sering digunakan sebagai lokasi syuting film dan foto karena suasananya yang unik dan perpaduan antara yang lama dan yang baru.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tahun rekonstruksi | 1995–2001 |
| Arsitek proyek | Jean Nouvel, Wilhelm Holzbauer, Manfred Wedornig, Wolf D. Prix |
| Gaya arsitektur | Rekonstruksi industri |
| Tujuan awal | Fasilitas penyimpanan gas abad ke-19 |
| Penggunaan saat ini | Apartemen hunian, toko, tempat konser |
| Alamat | Guglgasse 6, 1110 Wien |
| Cara menuju ke sana | Metro U3 – Stasiun gasometer |
| Keunikan | Pelestarian fasad bata asli abad ke-19 dan integrasi arsitektur modern di dalamnya |
6. Vienna Flaktürme
Flaktürme adalah benteng beton besar yang dibangun di Wina selama Perang Dunia II untuk melindungi kota dari serangan udara Sekutu. Menara-menara ini bukan hanya monumen bagi masa lalu yang tragis, tetapi juga prestasi teknik unik yang telah bertahan hingga saat ini.
Menara-menara pertama mulai dibangun pada tahun 1942 atas perintah Adolf Hitler. Sebanyak tiga kompleks dibangun di Wina, masing-masing terdiri dari menara tempur (Gefechtsturm) dan menara komando (Leitturm). Tujuan utamanya adalah untuk menampung senjata anti-pesawat dan mengkoordinasikan sistem pertahanan udara kota. Menara-menara tersebut juga berfungsi sebagai tempat perlindungan bom, yang mampu menampung hingga 30.000 orang.
| Kompleks | Lokasi | Penggunaan modern |
|---|---|---|
| Taman Augarten | Distrik Leopoldstadt | Monumen bersejarah yang kosong |
| Taman Esterhazy | Daerah Mariahilf | Haus des Meeres – Akuarium dan Kebun Binatang |
| Taman Arenberg | Distrik Landstrasse | Ditutup, digunakan sebagai gudang |
Fitur teknik:
- Ketebalan dindingnya mencapai 2,5 meter, yang membuatnya praktis kebal terhadap pemboman.
- Menara-menara itu dibangun hingga setinggi 47 meter, dengan struktur internal bertingkat.
- Platform bagian atas menampung senjata anti-pesawat hingga kaliber 128 mm, yang dapat menembak hingga jarak lebih dari 12 km.
- Desainnya diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat, menjadikannya struktur teknik yang luar biasa pada masanya.
Penggunaan modern:
- Menara yang paling terkenal saat ini adalah Haus des Meeres (Rumah Laut), yang terletak di distrik Mariahilf.
- Di dalamnya terdapat akuarium dan kebun binatang tempat Anda dapat melihat lebih dari 10.000 hewan laut dan reptil.
- Atap gedung ini memiliki dek observasi dengan pemandangan panorama Wina.
- Menara-menara lainnya sebagian besar ditutup dan digunakan sebagai gudang atau sekadar berdiri sebagai monumen masa lalu.
Fakta menarik: Beberapa arsitek mengusulkan untuk mengubah menara-menara tersebut menjadi pusat seni dan tempat kegiatan budaya, tetapi proyek-proyek tersebut masih dalam tahap diskusi.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tahun pembangunan | 1942-1944 |
| Proyek | Para insinyur Sosialis Nasional atas perintah Hitler |
| Gaya arsitektur | Teknik militer |
| Tujuan awal | Pertahanan udara, tempat perlindungan bagi warga sipil |
| Penggunaan saat ini | Museum, akuarium (Haus des Meeres), pusat kebudayaan |
| Alamat | Fritz-Grünbaum-Platz 1, 1060 Wien (Haus des Meeres) |
| Cara menuju ke sana | Metro U3, U4 – SPBU Neubau |
| Keunikan | Dinding setebal hingga 3,5 meter, solusi rekayasa yang unik, simbol sejarah militer Wina |
7. Pagoda Perdamaian Wina
Wina terkenal dengan keberagaman kebangsaan dan budayanya. Salah satu simbol dari keberagaman ini adalah Pagoda Perdamaian Wina, yang dibangun oleh para biksu Jepang dari ordo Nipponzan Myohoji pada tahun 1983.
Pagoda tersebut didirikan di tepi Sungai Danube sebagai simbol perdamaian dan harmoni. Pembangunannya merupakan bagian dari gerakan internasional untuk perlucutan senjata nuklir dan dialog antarbudaya. Proyek ini didukung oleh komunitas Buddha Austria dan Jepang.
Pagoda ini merupakan pusat praktik dan meditasi Buddha. Upacara perdamaian diadakan di sini, yang dihadiri tidak hanya oleh umat Buddha tetapi juga oleh perwakilan agama lain. Tempat ini telah menjadi simbol toleransi dan saling pengertian di dunia modern.
Fakta menarik: Tradisi berjalan searah jarum jam mengelilingi pagoda sebanyak tiga kali melambangkan penyucian pikiran dan penghormatan kepada Buddha.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tahun pembangunan | 1983 |
| Arsitek/Inisiator | Para biksu Buddha Jepang dari gerakan Nipponzan-Myōhōji |
| Gaya arsitektur | Arsitektur Buddha |
| Tujuan awal | Pusat keagamaan dan simbol perdamaian |
| Penggunaan saat ini | Tempat ziarah, acara budaya |
| Alamat | Hafenzufahrtsstraße, 1020 Wien |
| Cara menuju ke sana | Bus #79B – Halte Hafen Wien |
| Keunikan | Sebagai simbol multinasionalitas Wina, pusat spiritual umat Buddha Eropa |
8. Vila Wagner I
Villa Wagner I adalah karya awal Otto Wagner, salah satu arsitek Wina yang paling terkemuka. Selesai dibangun pada tahun 1888, villa ini mewakili upaya arsitektur awal sang maestro dan termasuk dalam periode Historisisme, ketika para perancang terinspirasi oleh gaya-gaya masa lalu.
Vila ini awalnya dimaksudkan sebagai rumah musim panas untuk keluarga Wagner, tetapi kemudian menjadi kediaman tetap mereka. Sayap selatan, yang awalnya dimaksudkan sebagai taman musim dingin, diubah menjadi tempat tinggal.
Fasad utama simetris, dengan serambi yang terdiri dari empat kolom bergaya Ionia. Warna putih kolom dan plesteran kontras dengan warna biru langit pada dinding.
Penggunaan modern: Saat ini, vila tersebut berfungsi sebagai museum yang didedikasikan untuk seniman surealis Ernst Fuchs. Museum ini memamerkan koleksi lukisan, patung, dan permadani. Bangunan itu sendiri merupakan bagian dari pameran yang menampilkan evolusi pemikiran arsitektur Wagner.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tahun pembangunan | 1886-1888 |
| Arsitek | Otto Wagner |
| Gaya arsitektur | Historisisme |
| Tujuan awal | Kediaman pribadi keluarga Wagner |
| Penggunaan saat ini | Museum Ernst Fuchs |
| Alamat | Hüttelbergstraße 26, 1140 Wien |
| Cara menuju ke sana | Bus nomor 52A – berhenti Hüttelbergstraße |
| Keunikan | Interior mewah, elemen fasad unik bergaya historisisme akhir |
9. Paviliun Otto Wagner di Karlsplatz
Paviliun Karlsplatz adalah dua paviliun kereta api yang dirancang oleh Otto Wagner pada akhir abad ke-19 dengan gaya Art Nouveau Wina. Paviliun ini merupakan contoh upaya Wagner untuk menggabungkan fungsionalitas dan estetika dalam arsitektur.
Dibangun pada tahun 1898-1899 sebagai paviliun pintu masuk stasiun Kereta Api Kota Wina (Stadtbahn), Wagner berupaya menunjukkan bahwa bangunan transportasi yang fungsional sekalipun dapat menjadi indah dan harmonis. Pada tahun 1980-an, salah satu paviliun diubah menjadi Museum Otto Wagner, yang menyajikan sejarah sistem transportasi Wina dan desain arsitekturnya.
Fitur arsitektur:
- Fasad berwarna putih dan hijau dengan elemen dekoratif berwarna emas.
- Penggunaan logam dan kaca sebagai simbol zaman industri.
- Susunan simetris dan bentuk geometris yang ketat.
Fakta menarik: Paviliun kedua digunakan sebagai kafe dan tempat pertemuan populer bagi penduduk lokal dan wisatawan.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tahun pembangunan | 1898 |
| Arsitek | Otto Wagner |
| Gaya arsitektur | Art Nouveau Wina |
| Tujuan awal | Paviliun stasiun kereta api kota |
| Penggunaan saat ini | Museum dan Ruang Budaya Otto Wagner |
| Alamat | Karlsplatz, 1040 Wien |
| Cara menuju ke sana | Kereta bawah tanah U1, U2, U4 – Stasiun Karlsplatz |
| Keunikan | Harmoni antara fungsi dan estetika, sebuah simbol Art Nouveau Wina |
10. Vienna Secession – sebuah galeri seniman modernis (Secession Wien)
Vienna Secession lebih dari sekadar bangunan; ini adalah manifesto sejati dari era baru seni. Dibangun pada tahun 1898 oleh arsitek Joseph Maria Olbrich, bangunan ini menjadi simbol pemutusan hubungan dengan kaidah akademis dan kelahiran Art Nouveau di Austria.
Pada akhir abad ke-19, sekelompok seniman dan arsitek muda, termasuk Gustav Klimt, Josef Hoffmann, dan Joseph Maria Olbrich, menyuarakan penentangan terhadap pandangan akademis tradisional tentang seni.
Motto mereka, "Setiap era memiliki seninya, setiap seni memiliki kebebasannya" (Der Zeit ihre Kunst, der Kunst ihre Freiheit), dapat dilihat di fasad bangunan. Secession menjadi pusat kehidupan artistik Wina, tempat di mana karya-karya paling berani dan inovatif pada masanya dipamerkan.
Fitur arsitektur:
- Bangunan ini paling terkenal karena kubah berbingkai emasnya, yang oleh warga Wina disebut "kubis emas.".
- Bentuk geometris yang bersih berpadu kontras dengan elemen dekoratif yang halus, menekankan gagasan menggabungkan kesederhanaan dan keindahan.
- Ruang interior dirancang sebagai ruang pameran fleksibel yang cocok untuk berbagai bentuk seni.
Daya tarik utama:
- Harta utama galeri ini adalah Frieze Beethoven (Beethovenfries), yang dibuat oleh Gustav Klimt pada tahun 1902.
- Panel monumental ini, dengan panjang lebih dari 34 meter, menggambarkan gagasan tentang upaya manusia mencari kebahagiaan melalui seni dan musik.
- Frieze ini telah menjadi salah satu karya kunci Art Nouveau Wina dan menarik wisatawan dari seluruh dunia.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tahun pembangunan | 1898 |
| Arsitek | Joseph Maria Olbrich |
| Gaya arsitektur | Art Nouveau Wina |
| Tujuan awal | Galeri kelompok seniman Secession |
| Penggunaan saat ini | Museum dan ruang pameran |
| Alamat | Friedrichstraße 12, 1010 Wien |
| Cara menuju ke sana | Kereta bawah tanah U1, U2, U4 – Stasiun Karlsplatz |
| Keunikan | Kubah emas, simbol kebebasan artistik, menyimpan "Frieze Beethoven" karya Gustav Klimt |
11. Rumah Domenig
Rumah Domenig adalah salah satu contoh arsitektur postmodern yang paling mencolok di Wina. Dibangun antara tahun 1975 dan 1979 oleh arsitek Günter Domenig, bangunan ini mencerminkan semangat eksperimentasi dan ide-ide berani tahun 1970-an.
Bangunan itu tampak seolah-olah ditekan di bawah mesin pres raksasa. Ini adalah simbol tekanan dan dinamika lingkungan perkotaan, dan metafora untuk ketegangan sosial pada masa itu. Material utama—baja tahan karat dan beton—memungkinkan terciptanya bentuk-bentuk yang tidak biasa dan fleksibel.
Perannya dalam arsitektur Wina. Günther Domenig berupaya menunjukkan bahwa arsitektur dapat menjadi seni ekspresif, bukan sekadar struktur fungsional. Karyanya menginspirasi generasi baru arsitek Austria. Rumah Domenig menjadi ikon khas postmodernisme Wina dan terus memicu perdebatan di kalangan ahli dan wisatawan.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tahun pembangunan | 1975-1979 |
| Arsitek | Gunther Domenig |
| Gaya arsitektur | Postmodernisme |
| Tujuan awal | Cabang Bank Tabungan Pusat |
| Penggunaan saat ini | Bangunan komersial, situs wisata budaya |
| Alamat | Favoriten118, 1100 Wien |
| Cara menuju ke sana | Metro U1 – Stasiun Keplerplatz |
| Keunikan | Bentuk volume yang terkompresi merupakan simbol dari tekanan sosial di kota tersebut |
12. Menara DC – Melihat ke Masa Depan
Menara DC adalah gedung pencakar langit tertinggi di Austria dan simbol Wina modern sebagai pusat bisnis Eropa. Selesai dibangun pada tahun 2013, gedung ini telah menjadi bangunan ikonik dalam pengembangan perkotaan baru di ibu kota.
Karakteristik utama:
- Menara ini memiliki tinggi 250 meter, menjadikannya fitur dominan di kawasan bisnis Donau City.
- Luas totalnya adalah 93.600 m², di mana 66.000 m² ditempati oleh perkantoran, dan sisanya berupa hotel, restoran, dan area kebugaran.
- Arsitek proyek ini adalah Dominique Perrault.
Ide arsitektur:
- Fasad bangunan berwarna hitam dengan garis-garis asimetris memantulkan cahaya di sekitarnya dan air Sungai Danube.
- Menara ini melambangkan pergerakan maju dan kemajuan teknologi, menciptakan kontras dengan pusat bersejarah Wina.
- Meskipun berpenampilan modern, proyek ini menyatu secara harmonis dengan lanskap perkotaan karena jaraknya dari kawasan kota tua.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tahun pembangunan | 2013 |
| Arsitek | Dominique Perrault |
| Gaya arsitektur | Urbanisme kontemporer |
| Tujuan awal | Pusat bisnis |
| Penggunaan saat ini | Kantor, hotel, restoran |
| Alamat | Donau-City-Strasse 7, 1220 Wien |
| Cara menuju ke sana | Metro U1 – Stasiun Kaisermühlen VIC |
| Keunikan | Dengan ketinggian 250 meter, gedung ini merupakan gedung pencakar langit tertinggi di Austria, dengan fasad yang menampilkan garis-garis asimetris |
Bagaimana Arsitektur Wina Mencerminkan Semangat Kota
Arsitektur Wina adalah dialog antara masa lalu dan masa depan, di mana bangunan bersejarah dan proyek modern tidak bersaing, melainkan saling melengkapi
Harmoni antara tradisi dan inovasi:
- Pusat kota bersejarah didominasi oleh bangunan-bangunan dari era Habsburg dan Art Nouveau Wina, menciptakan suasana kemegahan kekaisaran.
- Di distrik-distrik baru seperti Donau City, gedung pencakar langit dan kompleks perumahan modern bermunculan, melambangkan dinamisme dan pembangunan.
- Pihak berwenang kota mengontrol pembangunan dengan cermat untuk menghindari perusakan tampilan historisnya.
Peran penduduk dan wisatawan:
- Warga setempat secara aktif berpartisipasi dalam program pelestarian warisan arsitektur seperti Denkmalschutz.
- Kunjungan wisatawan ke bangunan-bangunan ikonik berkontribusi pada pengembangan pariwisata budaya dan pendanaan proyek restorasi.
- Wina menjadi contoh bagaimana sebuah kota dapat berkembang secara berkelanjutan dan harmonis tanpa kehilangan suasana uniknya.
Kesimpulan
Wina adalah kota di mana setiap bangunan menjadi saksi sejarah dan mencerminkan perubahan budaya. Istana-istana kekaisaran dengan kemegahannya, paviliun-paviliun anggun bergaya Art Nouveau Wina, eksperimen berani dalam arsitektur avant-garde, dan gedung pencakar langit ultra-modern hidup berdampingan secara harmonis di sini.
Dengan berjalan-jalan di jalanan kota dan menemukan bangunan-bangunan ikonik, Anda tidak hanya dapat mengagumi keindahan uniknya tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang masa lalu Wina, perkembangannya, dan semangat penduduknya. Arsitektur di sini bertindak sebagai semacam buku, halaman-halamannya menceritakan kisah perubahan zaman, gagasan, dan nilai-nilai.
Itulah mengapa Wina layak dijelajahi bukan hanya melalui museum dan galerinya, tetapi juga melalui jalan-jalan, alun-alun, dan rumah-rumahnya, karena semuanya mengandung jiwa sejati ibu kota Austria ini.